Selasa, 28 Oktober 2014
Pembunuh Berdarah Dingin
Namaku adit umurku 20 tahun,pada awalnya aku adalah orang yang bersahabat,
namun keadaan merubah aku menjadi orang yang pedendam…
suatu hari aku pergi ke tongkrongan,
di sana ada bimo,rendi,kiki dan niko.
adit : apa kabar lu semua? “berjalan menghampiri mereka”
bimo : baik , tumben lu ke sini ada apaan? “kata bimo”
adit : ah iya ni lagi suntuk banget gue.”duduk dan memesan minuman”
rendi : kenapa ga mati aja lu? ” kata rendi sambil menepak pundaku”
adit : bisa aja lu ren ngapa gak lu duluan aja yang mati? ” tanya adit sambil tertawa”
rendi : bangsat juga lu dit! ” rendi langsung berdiri dan memukul adit”
seketika emosi adit langsung memuncak karna rendi memukulnya
adit : wey apa”an nih gue kan cuma bercanda! ” adit berdiri dan membawa rendi ke luar’
sesampainya di luar adit menendang kaki rendi dan rendi pun terjatuh
rendi : bangsat lo dit! “berusaha untuk bangun”
adit : mati lo rend!! ” menendang kepala rendi “
melihat adit brutal teman” rendi berusaha membantu rendi
bimo : udah dit udah entar mati anak orang ” berusaha menarik adit”
adit mengabaikan perkataan bimo dan tetap menendang bahkan menginjak” kepala rendi,dan darah pun keluar dari kepala rendi
rendi : ampun dit ampun “teriak dan meringis “
adit : lo harus mati ren !!! ” menginjak leher rendi “
dari belakang kiki memukul rendi memakai bangku,
adit pun langsung terjatuh
kiki : lo jagoan di sini!” memukuli adit “
adit berhasil menangkis pukulan kiki dan memukukul balik sampai kiki terjatuh
adit : mampus lo ki!! “menginjak leher kiki”
karena adit menginjak dengan membabi buta kiki pun tewas.
dan adit menghampiri rendi lagi sambil membawa batu besar yang aada di sana.
adit : lo juga harus nyusul kiki ke neraka ren ! “menghantamkan batu besar ke pala rendi “
darah rendi muncrat dan memenuhi badan adit dan rendi pun tewas dengan kepala sobek,
melihat 2 orang temanya tewas adit langsung meninggal tempat tongkronganya.
dan sehari kemudian polisi menagkap adit di rumahnya.
adit hanya bisa menyesal karna dia tidak bisa menahan emosinya dan jadi pembunuh berdarah dingin.
namun keadaan merubah aku menjadi orang yang pedendam…
suatu hari aku pergi ke tongkrongan,
di sana ada bimo,rendi,kiki dan niko.
adit : apa kabar lu semua? “berjalan menghampiri mereka”
bimo : baik , tumben lu ke sini ada apaan? “kata bimo”
adit : ah iya ni lagi suntuk banget gue.”duduk dan memesan minuman”
rendi : kenapa ga mati aja lu? ” kata rendi sambil menepak pundaku”
adit : bisa aja lu ren ngapa gak lu duluan aja yang mati? ” tanya adit sambil tertawa”
rendi : bangsat juga lu dit! ” rendi langsung berdiri dan memukul adit”
seketika emosi adit langsung memuncak karna rendi memukulnya
adit : wey apa”an nih gue kan cuma bercanda! ” adit berdiri dan membawa rendi ke luar’
sesampainya di luar adit menendang kaki rendi dan rendi pun terjatuh
rendi : bangsat lo dit! “berusaha untuk bangun”
adit : mati lo rend!! ” menendang kepala rendi “
melihat adit brutal teman” rendi berusaha membantu rendi
bimo : udah dit udah entar mati anak orang ” berusaha menarik adit”
adit mengabaikan perkataan bimo dan tetap menendang bahkan menginjak” kepala rendi,dan darah pun keluar dari kepala rendi
rendi : ampun dit ampun “teriak dan meringis “
adit : lo harus mati ren !!! ” menginjak leher rendi “
dari belakang kiki memukul rendi memakai bangku,
adit pun langsung terjatuh
kiki : lo jagoan di sini!” memukuli adit “
adit berhasil menangkis pukulan kiki dan memukukul balik sampai kiki terjatuh
adit : mampus lo ki!! “menginjak leher kiki”
karena adit menginjak dengan membabi buta kiki pun tewas.
dan adit menghampiri rendi lagi sambil membawa batu besar yang aada di sana.
adit : lo juga harus nyusul kiki ke neraka ren ! “menghantamkan batu besar ke pala rendi “
darah rendi muncrat dan memenuhi badan adit dan rendi pun tewas dengan kepala sobek,
melihat 2 orang temanya tewas adit langsung meninggal tempat tongkronganya.
dan sehari kemudian polisi menagkap adit di rumahnya.
adit hanya bisa menyesal karna dia tidak bisa menahan emosinya dan jadi pembunuh berdarah dingin.
MATI
ku terdiam dalam tenang,
tubuh kaku tak berdaya
cahaya matahari mulai meredup
hela nafas bagai sahutan angin malam,
raga tlah pergi meninggalkan jasad
tubuh mulai membiru dan terkulai
seraya ndosa akan menjadi sebuah ancaman
semua tlah berakhir
terdengar tangisan mengiri doa
ku menunggu di antar ke suatu tempat
tempat yang akan menjadi persemayaman terakhir
hanya amal yang dapat menemani
menuju sebuah ke abadian
semua ambisi dan harapan telah terpendam bersama jasad
yang ada hanyalah kenangan ketika tubuh masih berdiri kokoh
Minggu, 26 Oktober 2014
Hidup Tapi Mati
keterasingan semakin tampak jelas
di mana semua tindakan tak berarti
yang hanya berakhir dengan kecewa
ketika hal yang benar di anggap salah
dan semua yang di kerjakan di anggap sampah
suasana mulai berbeda
gelap,kelam dan terhimpit dalam satu ruang keterpurukan
akankah kemunafikan tetap bertahan?
hanya di anggap parasit kehidupan
mencoba untuk berontak dan melawan,
namun asa tak sampai
akan selamanya di tindas dan menjadi cemooh
cobalah untuk bangkit!
semua orang tidak berhak untuk menentukan jalan hidupmu
karena jalan hidupmu adalah pilihanmu sendiri
Ijinkan ku untuk Membunuh Pacarmu
Namaku tino aku punya pacar bernama sinta .kami pacaran sudah 2 tahun dan kami melewati hari dengan penuh suka cita,pada awalnya hubungan kami baik-baik saja.Namun semua berubah ketika dia dekat dengan seorang pria bernama bambang.hubungan kami pun berakhir.tanpa ku sadari ternyata mereka sudah berpacaran sejak lama.
#
suatu ketika aku ingin menjemput sinta untuk nonton bioskop, ternyata bambang sedang mencium bibir Sinta .
“wooy apa-apaan nih?” kataku sambil menggebrak pintu.
seketika mereka terkejut dan langsung menjauh,
tanpa fikir panjang aku langsung menghampiri bambang,
“woy keparat ngapain lo cium Sinta?” kata ku sambil menendang kepala bambang.
melihat aku menendang kepala bambang sinta pun teriak histeris,
“apa apaan nih jangan sok jagoan deh lo tin” sinta beranjak bangun dan menampar tino.
bambang pun bangkit dan balik memukul aku,
aku semakin murka dan membenturkan kepala bambang ke tembok,
“keparat!! lo harus mati di tangan gue” kataku sambil membenturkan kepala bambang ke tembok.
kepala bambang pun bersimbah darah dan tangisan sinta semakin kuat.
aku pun ke luar rumah dan ngambil balok yang ada di depan rumah Sinta,
“mampus lo mampus ” aku semakin brutal dan memukul kepala bambang memakai balok.
bambang mengerang dan meminta tolong,
“tolong!! tolong!! ampun tin ampun” kata bambang.
“udah tin udah gue tau gue yang salah seharusnya lo bunuh gue bukan dia”kata Sinta sambil menangis kencang.
“persetan dengan lo Sin gue mau ini anak mati di tangan gue” kataku sambil memukul kepala bambang dengan balok.
nafas bambang terengas dan dia menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi yang mengenaskan,kepalanya retak akibat pukulan balok dari tino.
” mampus lo keparat!! akhirnya lo mati di tangan gue” aku tertawa puas.
“puas lo tin puas lo bikin dia mati pokonya gue bakal laporin lo ke polisi” kata sinta sambil menelpon polisi.
aku pun panik dan langsung meninggalkan rumah Sinta.
#
karena ketakutan Tino melarikan diri ke luar kota dan setiap hari dia merasa ketakutan, hanya karna masalah cinta dia menjadi seorang pembunuh yang sadis. dan pada akhirnya hanyalah penyesalan yang tiada artinya. Tino menjadi buronan dan menjadi gila karna membunuh bambang .
Langganan:
Komentar (Atom)