Minggu, 26 Oktober 2014

Ijinkan ku untuk Membunuh Pacarmu

Namaku tino aku punya pacar bernama sinta .kami pacaran sudah 2 tahun dan kami melewati hari dengan penuh suka cita,pada awalnya hubungan kami baik-baik saja.Namun semua berubah ketika dia dekat dengan seorang pria bernama bambang.hubungan kami pun berakhir.tanpa ku sadari ternyata mereka sudah berpacaran sejak lama.

#

suatu ketika aku ingin menjemput sinta untuk nonton bioskop, ternyata bambang  sedang mencium bibir Sinta  .
“wooy apa-apaan nih?” kataku sambil menggebrak pintu.
seketika  mereka terkejut dan langsung menjauh,
tanpa fikir panjang aku langsung menghampiri bambang,
“woy keparat ngapain lo cium Sinta?” kata ku sambil menendang kepala bambang.
melihat aku menendang kepala bambang sinta pun teriak histeris,
“apa apaan nih jangan sok jagoan deh lo tin”  sinta beranjak bangun dan menampar tino.
bambang pun bangkit dan balik memukul aku,
aku semakin murka dan membenturkan kepala bambang ke tembok,
“keparat!! lo harus mati di tangan gue”  kataku sambil membenturkan kepala bambang  ke tembok.
kepala bambang pun bersimbah darah dan tangisan sinta semakin kuat.
aku pun ke luar rumah dan ngambil balok yang ada di depan rumah Sinta,
“mampus lo mampus ” aku semakin brutal dan memukul kepala bambang memakai balok.
bambang mengerang dan meminta tolong,
“tolong!! tolong!! ampun tin ampun” kata bambang.
“udah tin udah gue tau gue yang salah seharusnya lo bunuh gue bukan dia”kata Sinta sambil menangis kencang.
“persetan dengan lo Sin gue mau ini anak mati di tangan gue” kataku sambil memukul kepala bambang dengan balok.
nafas bambang terengas dan dia menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi yang mengenaskan,kepalanya retak akibat pukulan balok dari tino.
” mampus lo keparat!! akhirnya lo mati di tangan gue” aku tertawa puas.
“puas lo tin puas lo bikin dia mati pokonya gue bakal laporin lo ke polisi” kata sinta sambil menelpon polisi.
aku pun panik dan langsung meninggalkan rumah Sinta.

#

karena ketakutan Tino melarikan diri ke luar kota dan setiap hari dia merasa ketakutan, hanya karna masalah cinta dia menjadi seorang pembunuh yang sadis. dan pada akhirnya hanyalah penyesalan yang tiada artinya. Tino menjadi buronan dan menjadi  gila karna membunuh bambang .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar