Selasa, 28 Oktober 2014

Ku Biarkan Dia Menangis di Depan Jasadku

pada saat itu adalah pagi yang indah,seperti biasa matahari selalu memancarkan sinarnya.,namun,pada saat itu suasananya tak seindah senja di pagi hari,rupanya itu adalah hari terakhirku melihat indahnya senja,karena sebuah masalah yang tak bisa di selesaikan. akhirnya aku memutuskan untuk berhenti,bukan untuk lari dari masalah.tapi aku ingin terbebas dari dari hal yang se akan membunuh secara perlahan.

semua semakin rumit.dan akhirnya aku memberi pesan teks pada kekasihku,”sayang, hari ini adalah hari terakhirku aku ingin kamu bahagia.aku harap kau tetap menjadi malaikat penjagaku.walau kita berbeda ku yakin kita akan tetap menjadi satu”.

aku langsung meninggalkan rumah dan menjalankan rencanaku,aku pergi mengendarai motor  menuju jembatan.

aku menulis sesuatu di kertas dan mengalungkanya di leherku,yang bertuliskan. “ma maaf bila selama aku hidup aku selalu membuat kalian susah hari ini aku akan pergi .semoga kalian bahagia”

sesampai di atas jembatan aku menelpon pacarku karena telpon ku tidak di angkat aku mengirim dia pesan suara., ” sayang, tolong antar aku ke tempat peristirahatan terakhirku “.

setelah itu tanpa fikir panjang aku langsung terjun dari atas jembatan layang , tubuhku hancur berantakan.

semua orang di bawah teriak karena tubuhku hancur berantakan,

tak lama kemudian polisi dan ambulance datang,jasadku di bawa ke rumah sakit untuk di mandikan dan di kafani,ibu dan bapa ku datang ke rumah sakit mereka menangis karena anaknya mati secara mengenaskan.

jasadku di bawa ke rumah dan di rumah ternyata sudah ada pacarku dia menunggu ku di rumah dan dia langsung menangis setelah kerandaku di letakan di ruang tamu,

biar semua menjadi sebuah kenangan yang terpendam bersama jasadku di dalam pusara .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar