Selasa, 28 Oktober 2014

MATI

ku terdiam dalam tenang,

tubuh kaku tak berdaya

cahaya matahari mulai meredup

hela nafas bagai sahutan angin malam,

raga tlah pergi meninggalkan jasad

tubuh mulai membiru dan terkulai

seraya ndosa akan menjadi sebuah ancaman

semua tlah berakhir

terdengar tangisan mengiri doa

ku menunggu di antar ke suatu tempat

tempat yang akan menjadi persemayaman terakhir

hanya amal yang dapat menemani

menuju sebuah ke abadian

semua ambisi dan harapan telah terpendam bersama jasad

yang ada hanyalah kenangan ketika tubuh masih berdiri kokoh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar